Manusia merupakan makhluk yang memiliki kesempurnaan bentuk dan fungsi. Setiap bagian tubuh manusia memiliki fungsi yang terperinci dan sangat khusus. Setiap bagian tubuh manusia memiliki fungsinya masing-masing, bahkan sampai bagian terkecil dari suatu organ. Setiap kerusakan akan mengacu dan akanĀ menyebabkan pengaruh yang sangat besar pada organ lain. Bisa saja kerusakan suatu organ akan berujung pada timbulnya suatu penyakit baru yang justru bisa berakibat pada kerusakan yang jauh lebih parah.
Tingkat keparahan dari kerusakan suatu organ memang memiliki ragam yang bermacam-macam. Perbedaan tingkat kerusakan ini biasanya juga dipengaruhi oleh penyebab dari kerusakan itu sendiri. Sebagaimana kita tahu bahwa kerusakan pada organ itu memiliki banyak sekali penyebab. Bisa saja kerusakan berasal dari dalam tubuh pasien itu sendiri. Namun, bisa juga berasal dari luar tubuh pasien itu sendiri, tapi yang paling berpengaruh disini adalah pola hidup dari pasien itu sendiri.
Organ yang ada dalam tubuh manusia, terutama organ yang nampak dan dapat dilihat secara langsung memiliki beberapa fungsi. Keberadaan organ tersebut selain berguna untuk mendukung kehidupan manusia sehari-harinya namun juga berfungsi untuk keindahan. Fungsi keindahan ini lebih sering berhubungan dengan bentuk dan proporsi yang ada. Maka, tak mengherankan jika kita banyak mengenal operasi kecantikan yang banyak dilakukan orang untuk mempercantik atau menyempurnakan bentuk salah satu bagian tubuhnya.
Meskipun, pada dasarnya tindakan operasi tersebut tetap berhubungan erat dengan tindakan medis yang berfungsi untuk mengobati suatu kendala yang terjadi pada organ tersebut. tindakan operasi kosmetik atau operasi kecantikan adalah sebuah tindakan terakhir yang akan dipilih oleh seseorang untuk dapat memperbaiki bentuk bagian tubuh yang diinginkannya. Bentuk dari perbaikan dan alasan dari perbaikan itu sendiri akan sangat berbeda-beda satu dengan yang lain. Namun, kebanyakan tindakan operasi kosmetik ini sendiri lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan.
Jika kita berbicara mengenai tindakan operasi kosmetik atau operasi kecantikan dalam dunia medis. Maka kita akan menemukan banyak sekali tindakan operasi yang bisa dilakukan. Tindakan operasi tersebut bisa saja berupa tindakan operasi besar maupun tindakan operasi kecil. Meskipun berbeda pada dasarnya tindakan tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang sama, yaitu untuk memperbaiki bentukan bagian tubuh pasien. Ragam dan jenis dari operasi kecantikan sendiri, mungkin sudah banyak yang diketahui oleh banyak orang.
Salah satu tindakan operasi kecantikan yang sangat terkenal adalah tindakan operasi plastik. Meskipun tindakan medis yang satu ini sangat terkenal, namun masih ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan pahami mengenai tindakan operasi plastik yang satu ini. Kali ini kita akan membahas mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan tindakan operasi plastik. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pahami mengenai tindakan operasi plastik. Beberapa hal yang perlu kita pahami, seperti
Apa Itu Tindakan Operasi Plastik ?
Operasi kosmetik atau operasi kecantikan adalah sebuah hal yang sangat wajar pada saat ini. meskipun kita ketahui pada dasarnya setiap bagian tubuh dari manusia merupakan bagian yang sudah sempurna dan sesuai dengan keadaannya. Namun, tak jarang terkadang ada juga yang masih merasa kurang puas dengan beberapa bagian tubuhnya, sehingga memiliki untuk menggunakan operasi plastik sebagai salah satu jalan keluarnya.
Meskipun pelaksanaan tindakan operasi kecantikan ini sendiri banyak digunakan oleh kaum hawa, namun tak jarang juga terkadang kaum pria melakukan tindakan operasi kecantikan atau operasi kosmetik. Alasan yang mereka miliki pun sangat berbeda-beda satu sama lain. Tapi tetap saja alasan utama yang ada adalah rasa ketidakpuasan dengan salah satu bagian tubuh. tindakan operasi kosmetik sendiri memiliki jenis yang cukup banyak salah satu contohnya adalah septorhinoplasty yang berhubungan dengan rekonstruksi bagian hidung.
Salah satu jenis tindakan operasi kecantikan yang cukup terkenal adalah tindakan operasi plastik. Pada masyarakat umum sebenarnya ada sebuah kesalahan pemahaman. Meskipun namanya mengandung kata plastik, tapi pada dasarnya tindakan operasi yang satu ini sama sekali tidak menggunakan bahan plastik. Kata plastik sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani Plastikos yang berarti membentuk. Pada cabang ilmu kedokteran sendiri bedah plastik atau operasi plastik merupakan salah satu cabang keilmuan yang berhubungan dengan proses rekonstruksi bagian tubuh manusia dengan tindakan operasi.
Operasi plastik sendiri merupakan salah satu tindakan operasi yang menitikberatkan pada perbaikan bagian tubuh yang mengalami kerusakan. Penyebab dari kerusakan itu sendiri bisa berasal dari berbagai macam hal bisa berasal dari cidera, penyakit, serta dari tindakan operasi yang pernah dilakukan. Salah satu contoh yang ada adalah tindakan operasi stapedektomi dan operasi kraniotomi serta kraniektomi. Tindakan operasi tersebut terkadang membutuhkan penggantian bagian dari tubuh yang telah menjalani operasi.
Tindakan Bedah Plastik atau operasi plastik di Indonesia sendiri sudah ada dari tahun 1979. Tindakan bedah plastik ini sendiri dilakukan pertama kali oleh Moenadjat Wiratmadja. Beliau merupakan pelopor dari keberadaan bedah plastik di Indonesia. Sebenarnya tujuan dari bedah plastik yang ada sangat luas dan tak hanya berhubungan dengan masalah kecantikan dan estetika saja. Cakupan tujuan dari bedah plastik sendiri untuk mengembalikan fungsi dari kulit, tengkorak, struktur rahang, sistem otot tulang belakang, kaki dan tanga, serta alat kelamin melalui tindakan operasi yang ada. Ada beberapa bedah plastik yang sering dilakukan pada dunia medis, sepertiBedah kraniofasialBedah mikroBedah tanganBedah luka bakarRekonstruksi pascaablasi tumorBedah genitalia eksternaBedah estetika
Kapan Tindakan Operasi Plastik Dilakukan?
Sebelum terkenal dan booming sebagai salah satu tindakan operasi kosmetik atau kecantikan yang cukup terkenal seperti sekarang ini. Seseorang akan menjalani tindakan bedah plastik ketika mengalami kerusakan pada bagian tubuhnya yang membutuhkan pembentukan ulang. Tindakan bedah plastik dapat dibagi menjadi dua bagian utama berdasarkan fungsi dan tujuannya. Terdapat bedah plastik rekonstruksi dan bedah plastik estetika. Kedua jenis bedah plastik itulah yang akan sering ditemui dan dilakukan setiap saat.
Jika kita berbicara mengenai tindakan bedah plastik rekonstruksi maka kita akan memiliki beberapa contohnya sepertiRekonstruksi payudaraBedah tanganBedah perbaikan bekas lukaRekonstruksi anggota tubuh bagian bawahPerbaikan cacat bawaan: bibir sumbing dan cacat pada tangan dan kakiBedah perbaikan luka bakar seperti tindakan operasi eskarotomiBedah mikro rekonstruktifRekonstruksi cacat lunakRekonstruksi setelah trauma pada kepala, leher dan anggota tubuh lainnya
Jika kita bicara mengenai tindakan operasi estetika maka ada beberapa contoh yang bisa kita ketahui, sepertiPeremajaan wajah menggunakan laser atau terapi ringan lainnyaPeremajaan wajah menggunakan botox atau obat suntik lainnyaPeninggian hidungBedah kecantikan telingaPembesaran dagu atau pipiPengencangan kulit wajah secara keseluruhanPembentukan tubuh: Bedah perut (Tummy Tuck), sedot lemak (tradisional atau modern) dan tindakan pembentukan tubuh kembaliPembesaran, pengecilan, atau pengencangan kecantikan payudara
Secara umum biasanya tindakan-tindakan operasi tersebut merupakan tindakan operasi yang umum dan biasa dilakukan pada pasien.
Bedah plastik sendiri tergolong sebagai tindakan operasi besar, karena itu resiko yang dimilikinya juga cukup besar. Demi keamanan maka sebaiknya jika kita ingin melaksanakan tindakan operasi plastik, sebaiknya menemui dokter yang telah bersertifikat dan terdaftar. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan adanya penipuan dan hal-hal yang tidak di inginkan. Sebelum menjalani tindakan operasi biasanya pasien akan menjalani tindakan konsultasi terlebih dahulu.
Tindakan bertujuan agar dokter dapat mengetahui mengenai riwayat kesehatan yang ada pada pasien. Selain itu dengan mengetahui riwayat kesehatan dari pasien tersebut maka dokter akan lebih mudah untuk menentukan metode penanganan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dari pasien tersebut. Selama tindakan konsultasi berlangsung maka dokter akan menjelaskan mengenai berbagai kemungkinan yang bisa saja muncul pada pasien setelah menjalani tindakan operasi plastik tersebut. Kemungkinan yang paling umum adalah adanya kegagalan bedah plastik.