RS Hermina Abaikan Keselamatan Pekerjanya

Bandar Lampung, SIBER88.CO.ID_Kesehatan dan keselamatan merupakan salah satu kewajiban penting yang harus dipenuhi bagi setiap orang. Tak terkecuali bagi para pekerja, baik di kantoran atau mereka yang banyak menghabiskan waktunya di lapangan.

Salah satu contohnya adalah pekerja konstruksi yang terlihat di rumah sakit Hermina Bandar Lampung, Kamis, (25/01/2024)

Dalam pantauan awak media, pihak rumah sakit lalai dalam menjaga keselamatan pekerjanya, ini tentu akan berakibat fatal bagi keselamatan pekerjanya.

Misalnya menyebabkan pekerja sakit atau bahkan kehilangan nyawanya,karena itu, penggunaan alat pelindung diri sangatlah penting bagi para pekerja.

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, ada beberapa tujuan utama Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja.

Mulai dari mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, hingga memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Hal ini dianggap penting mengingat kesehatan pegawai yang kurang terjamin dapat mengakibatkan turunnya produktivitas yang dapat berujung pada demotivasi kerja.

Keamanan lokasi konstruksi tidak hanya mengurangi risiko cedera pada publik, tetapi juga mengurangi risiko cedera dan kecelakaan terkait pekerjaan.

Misalnya kecelakaan akibat terjepit di antara peralatan, terjatuh, tersengat listrik, hingga tertabrak benda.

Nah, adanya prosedur penggunaan alat perlindungan diri sebagai bentuk budaya keselamatan dapat mengurangi risiko jenis kecelakaan ini.

Keamanan di lokasi konstruksi tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjaga keamanan publik,sebab, situsi konstruksi biasanya terletak di daerah sibuk di mana masyarakat umum datang dan pergi.

Protokol keamanan yang tidak memadai dapat membuat benda jatuh menimpa orang yang tidak bersalah. Hal ini berisiko membuat orang yang bahkan tidak terhubung dengan proyek berada dalam risiko tinggi.

Dalam hal ini seharusnya pihak rumah sakit Hermina tidak lalai dalam melakukan pembangunan atau perbaikan bangunan, sampai berita ini diterbitkan belum ada pihak rumah sakit yang dapat dihubungi.

Penulis : Anta C
Editor : Badruzzaman